Beda Penyaluran

Friday, May 16, 2008

Kalau hati lagi sumpek, mangkel, nggonduk, jengkel en so on, maka biasanya butuh penyaluran seketika yang bisa mengurangi sedikit rasa sumpek di dada. beda orang tentu beda pula caranya.

Ada yang seketika menjerit sekeras-kerasnya aaaaaaarrrrrrrrrrrrrgggggggghhhhh !!!! habis itu sedikit lega rasa di dada, dulu waktu masih tinggal sendirian di Kudus, saya juga kadang2 menjerit seperti ini, pernah ada tuh salah satu pegawai pabrik stiker di depan rumah sampai keluar dan tengok kanan kiri cari dari mana sumber jeritan, sambil mikir2 ada apa ya ? xixixixixi, kalau pas lagi tahu malu ya njeritnya saya tutupi bantal, biar ndak di dengar tetangga. Ada pula yang cerita  yang dalam keadaan seperti ini butuh membanting benda2 yang ada di dekatnya, kalau pas ketemu pintu yang dibanting sih masih mending , lha kalau yang ada di dekatnya  jam weker ya ikut kena, apalagi ketemu botol apa saja, langsung dah grompyang pecah berkeping2, lemari penuh gurat2 pisau pelampiasan, kalau ini sih benar2 bikin bangkrut, merinding juga saat denger cerita ini, tapi kata dia apa mau dikata, wong saat itu juga butuh pelampiasan. Terus ada juga yang pelariannya ke makan, jadi walau sebenarnya nggak lapar ya terus makan ,  sampai puas,  wah kalau yang ini enak ya …. tapi kalau terus2 an ndak terkontrol ya rugi di badan. 

Sekarang setelah tinggal di sini, mau tak mau, seringnya langsung ngambil si lila, sepeda tercinta, terus ngepit sekencang2nya,  muter2 ladang atau ke pinggir danau, lumayan saat ngonthel pulang,  nggonduke wes ilang

Lha kalau anda bagaimana penyalurannya pas jengkel bin nggonduk dan mau ngamuk ngamuk ?

 

Putih vs Coklat

Tuesday, May 13, 2008

Sore itu saat suami saya mau jogging, pakai celana pendek, dia langsung liat kakinya … “heeehhh …. putih sekali kakiku,  sangat memalukan  !” . Saya yang saat itu lagi duduk di teras otomatis ngangkat celana panjang dan melihat kaki, weleh podo wae !

Musim yang mulai panas begini, terlihatlah orang2 sibuk beraktifitas di luar, berkebun , bersepeda, kegiatan apa saja yang bisa membuat kulit mereka menjadi coklat, sawo matanglah, memanfaatkan sinar matahari gratis, soalnya kalau musim dingin banyak dari mereka harus bayar  untuk mencoklatkan kulit  di Sonnenstudio, karena orang sini merasa bangga kalau kulitnya sawo matang kulit idaman mereka, bukan kulit putih yang bagi mereka sangat memalukan, kayak si Michael Jackson , atau kayak wajah Suzanna di film2 horror  !

Jadi wajar kalau suami saya sering geleng2 kepala kalau pas liburan di tanah air melihat saat panas terik sekali orang2 malah pakai jaket ke mana2 agar kulitnya nggak jadi tambah coklat ,  sama seperti saya dulu geleng2 saat ngantar teman saya Betsy dari NC , hampir tiap hari muter2 kota Kudus dan Jepara juga , sengaja minta waktu tengah hari pas panas2 nya , gosong dong kulit ini ! :D

Ah Ja, manusia memang tak pernah puas dengan apa yang di milikinya, menjadi sangat membosankan dunia ini, andai orang2 barat tinggal di Asia dan sebaliknya orang2 kita tinggal di negara2 bersuhu dingin, nggak bakalan laku tuh, krim pemutih, Sonnenstudio dkk !

* Foto dua hewan cantik di atas,  yang rusa liar , saya bidik di satu sawah hari minggu kemarin, sedang anak wedusnya waktu itu ada di kebun tetangganya mama *

Kemuning … Hari Bapak

Wednesday, May 7, 2008

Hari bapak di Jerman, tahun ini jatuh kebetulan bertepatan dengan tanggal satu Mei kemarin, di sini biasanya salah satunya para bapak merayakannya dengan naik sepeda rame2 . Pas hari bapak biasanya diadakan kegiatan nyepeda bareng di sekitar di sini, dan awal Mei identik dengan menguningnya tanaman Raps, maka bersepedannya salah satunya mengelilingi ladang tanaman Raps , tanaman penghasil minyak, yang saat ini lagi berbunga di mana2, menebarkan aroma saat melintasi di dekatnya. dan karena setiap orang di sini punya sepeda, maka tak hanya bapak2 saja yang mempergunakan kesempatan ini untuk bersepeda, dari anak2 sampai ke opa oma juga.

Pemandangan berlatar belakang hamparan ladang Raps, di depan garasi rumah mama .

Si bangau tong-tong juga sudah terlihat lagi di ladang  nih

Persatuan terbang layang di desa tetangga juga memanfaatkan libur panjang ini dengan mengadakan kompetisi terbang layang, jadi selama akhir pekan kemarin banyak pesawat terbang layang berseliweran di atas langit, para pesertanya banyak yang mendirikan tenda2 mungil di dekat hangar yang kebetulan ada di pinggir sungai Weser, satu kilo meteran dari perumahan di mana saya tinggal, di mana kalau senja mereka bisa liat langsung sunset di tepi sungai itu, sama seperti sore itu saat kami berburu sunset di dekat mereka. Yang bikin iri pasti mereka juga bisa melihat hamparan hektaran ladang Raps bak permadani kuning terbentang hektaran, saat terbang di atasnya

Sudah seminggu lebih matahari selalu bersinar dengan terangnya, hari ini saja sampai 23 °C, jadi males nih di depan kompi . Berburu sunseti jadi acara rutin kami, gambar di atas hanyalah beberapa diantaranya, foto sunsetnya buanyak sekali . Hari ini mentari tenggelam jam sembilan malam lebih sedikit , asyik … harinya tambah lama.

Semisal ada peringatan hari bapak di Indonesia , para ayah pada asyik ngapain nih ? bersepeda juga ? :D

Seorang gadis belia usia 18 tahun, Elisabeth, warga Amstetten, sebuah kota kecil di Austria, dikabarkan hilang  pada tahun 1984, usaha pencariapun dilakukan tapi nihil. Dari surat yang di kirim gadis ini, akhirnya orang tuanya tahu bahwa anak gadisnya sekarang tinggal dalam satu sekte, dalam keadaan baik, dan tak perlu mencarinya sesuai dengan isi surat dari Elisabeth.

Tahunpun berlalu,  Muncullah satu persatu tiga anak2 Elisabeth, Lisa, Monika dan Alexander yang katanya ditemukan di depan pintu orang tuanya, di dalam suratnya Elisabeth  memohon mereka untuk membesarkan anak2nya, karena di dalam sekte tidak memungkinkan dia melakukannya. Maka tumbuhlah ke tiga anak2 ini bersama keluarga orang tuanya.

Bulan april 2008  seorang gadis Kerstin, 19 tahun dibawa ke rumah sakit oleh kakeknya ,    tim dokter agak kesulitan dalam menghadapi penyakit yang menyebabkan gadis muda ini jatuh koma , mereka benar2 membutuhkan ibu kandung gadis ini untuk mengetahui riwayat penyakitnya,  dan ternyata ibu dari Kerstin ini adalah  Elisabeth , anak perempuan dari Yosef yang diceritakan hidup dalam sebuah sekte,  Yosef bercerita bahwa Kerstin tiba2 saja ada di depan pintu rumahnya, dan dia juga bercerita bahwa Elisabeth berkirim surat dan memohon orang tuanya untuk membawa Kerstin ke rumah sakit karena sakit keras, maka dilakukanlah pencarian kembali dengan pemberitaan di media untuk mengetahui keberadaan Elisabeth, karena dia satu2nya orang yang bisa menolong anak perempuannya yang sakit keras itu.

Akhirnya   Elisabeth yang sekarang berumur 42 tahun datang ke rumah sakit, bersama ayahnya Yosef, 73 tahun dan terungkaplah kisah yang sebenarnya, kisah yang benar2 bikin shock semua orang , ternyata selama ini Elisabeth tidak tinggal dalam sekte, di hari di mana dia dikabarkan hilang , disanalah awal ayahnya Yosef, membiusnya, mengikatnya dan memasukkannya ke dalam ruang bawah tanah, memukulnya, memperkosanya menjadikannya budak nafsu dan menyekapnya selama 24 tahun dalam ruang bawah tanah , tanpa jendela, tanpa cahaya matahri,  dalam kurun waktu selama itu lahir 7 anak dari rahimnya, sekali lahir anak kembar, tapi yang satunya  meninggal , untuk menhilangkan jejak bayi itu kemudian dibakar oleh ayahnya, 3 dari anaknya tinggal bersamanya sejak mereka lahir di ruang bawah tanah, dan tiga anaknya yang lain hidup bersama orang tuanya di atas, alasan kenapa mereka di bawa ke atas oleh Yosef, karena tiga anak ini sering bikin ribut, untuk mengelabuhi istri dan anak2nya yang lain, saudara kandung Elisabeth, Yosef memaksa anak perempuannya ini  untuk menulis surat kembali pada orang tuanya, seperti cara2 sebelumnya,  dan bilang bahwa karena dia hidup dalam sebuah sekte maka dia minta tolong orang tuannya untuk membesarkan anak2nya .

Berita ini lagi hangat2nya di siarkan TV sini, berita yang pertama kali saya lihat dari TV di hotel saat saya dan suami berada di luar kota beberapa hari kemarin, berita yang membuat bulu kuduk saya merinding, berita yang memunculkan banyak pertanyaan, kenapa seorang bapak tega memperkosa anak perempuannya sendiri, merampas kebebasannya, membiarkannya hidup tanpa cahaya matahari selama 24 tahun, menaburkan benih di rahim anak kandungnya sendiri hingga lahir anak sampai 7 orang ? bagaimana Elisabeth yang ternyata saat usia 11 tahun sudah diperkosa ayahnya untuk yang pertamakali ini kuat sampai 24 tahun hidup dalam ruang bawah tanah tanpa sinar matahari ? bagaimana bisa istri Yosef, ibu kandungnya dan saudara2nya yang lain tidak tahu sama sekali kalau Elisabeth selama ini disekap ayahnya di ruang bawah tanah, rumah mereka, kenapa tidak ada yang curiga sama sekali,  bukankah Yosef pastinya selalu disibukkan membawa kebutuhan bahan pokok sehari2 buat Elisabeth dan 3 anaknya ke ruang bawah tanah, kenapa tidak ada sama sekali yang mengetahuinya  selama 24 tahun ? bisa begitu lamakah seseorang bersandiwara dan membohongi semua orang  ?

Pastinya masih banyak juga pertanyaan2 lain yang muncul tentang kisah yang sampai sekarang membuat banyak orang tak mempercayai  tragedi ini terjadi , termasuk tetangga keluarga Yosef yang juga sama sekali tidak mengetahui bahwa Yosef selama ini menjalani hidup ganda. Seorang kakek yang ternyata pada masa tahun 70 an pernah mendekam di penjara karena terbukti memperkosa seorang wanita .

Yosef, yang sekarang mendekam di penjara, yang tidak menunjukkan rasa penyesalan sama sekali apalagi merasa kasihan dengan korban, anak perempuannya sendiri, masih pantaskah laki-laki ini dipanggil dengan sebutan bapak ?

 

* Kisah lengkapnya  bisa dibaca di sini  , foto pelaku dan tempat kejadian  klik di sini.*

 

Falling In Love

Saturday, April 26, 2008

Senja itu semburat jambon menghiasi sudut-sudut langit, wajah mentaripun memerah jambu , tersipu malu diantara ranting pohon, serasa dia sedang jatuh hati, entah pada siapa.

Jatuh cinta semilyar memang rasanya, makan tetap enak, tidur tiada nyenyak , kangen yang menggebu tuk bertemu tak mudah terobati karena terpisah laut dan daratan, maka lembaran2 rupiahpun tak sayang begitu cepat melayang hanya untuk biaya cakap cinta via wartel, warnet dan kantor pos xixixixixi …

Jatuh cinta, kapan terakhir merasakannya ? ;)

Purnama

Monday, April 21, 2008

Memandang merahnya wajah bulan tadi malam dari atas Hochsitz pinggir danau, jam sembilan seperempat malam hanya melahirkan decak kekaguman, sayang angin belum mau bersahabat , baik dari atas maupun saat turun ke pinggir hektaran ladang, seolah berpesan bulan depan saja kalau mau pengin mbidik wajah rembulan. Maka balapan pulang , dengan lampu sepeda kelap-kelip mengakhiri petualangan malam dan memandangnya lagi saat wajahnya mulai memancarkan sinar kekuning2an di antara bangunan2 rumah tetangga.

Ada yang tidak suka saat purnama datang ? Anak2 jaman sekarang, masih adakah yang bermain2 di halaman saat padhang mbulan ? juga para remaja dan orang dewasa , masih bisakahkah bersuka ria menikmati aneka permainan dan olah raga di bawah terangnya sinar rembulan ? atau mungkin suguhan acara2 TV dan internetan lebih banyak menyita waktu kita ?

Kegiatan apa yang paling menyenangkan saat bulan purnama tiba ?